Pilihan Material Terbaik Desainer untuk Rumah Modern

19

Para profesional desain interior semakin fokus pada material yang menggabungkan estetika, daya tahan, dan harga yang terjangkau. Tiga desainer baru-baru ini berbagi bahan favorit mereka saat ini, mengungkapkan tren ke arah tekstur yang nyaman, kemewahan yang mudah dirawat, dan keanggunan yang santai. Pilihan-pilihan ini mencerminkan pergeseran yang lebih luas dalam desain rumah yang memprioritaskan gaya dan kehidupan praktis.

Bouclé: Tekstur Serbaguna

Bouclé tetap menjadi pilihan utama karena kemampuannya memadukan gaya yang beragam—mulai dari organik modern hingga estetika abad pertengahan dan rumah pertanian. Courtney Crook, salah satu pendiri Arden Design House, menekankan kehangatan dan kelembutannya, dengan menyatakan bahwa bouclé memberikan tampilan kelas atas tanpa label harga mewah. Teksturnya yang melingkar menambah kenyamanan, dan kini, versi ramah hewan peliharaan meningkatkan daya tahan, sehingga cocok untuk rumah tangga yang sibuk. Desainer menggunakan bouclé di seluruh furnitur—kursi beraksen, sofa, sandaran kepala, dan bantal—karena bouclé secara konsisten menyeimbangkan bentuk dan fungsi.

Porselen Efek Marmer: Kemewahan Tanpa Stres

Shaqueria Dial, CEO S.D. Desain, juara porselen efek marmer sebagai alternatif praktis untuk marmer asli. Lembaran porselen masa kini secara meyakinkan meniru urat dan pergerakan batu alam, menawarkan kemewahan visual yang sama tanpa biaya atau perawatan yang mahal. Dial menyoroti bahwa klien tidak perlu lagi khawatir tentang kerusakan akibat penggunaan sehari-hari—keuntungan utama di zona dengan lalu lintas tinggi seperti area dapur dan pintu masuk. Materinya memberikan gaya tanpa rasa cemas.

Linen: Kemewahan yang Mudah Dihuni

Bagi Christy Day, pemilik Christy Day Designs, linen melambangkan “kemewahan yang layak untuk ditinggali.” Linen menghangatkan ruangan, menciptakan nuansa santai namun halus. Day mencatat keserbagunaannya, mudah dipadukan dengan bahan lain seperti sutra, katun, atau beludru. Linen menonjol sebagai cara ekonomis untuk meninggikan ruangan sekaligus mempertahankan estetika tanpa usaha. Desainer menggunakannya di seluruh rumah dalam berbagai bentuk—mulai dari gorden hingga kain pelapis—memanfaatkan kemampuannya untuk meningkatkan kenyamanan dan gaya.

Pada akhirnya, bahan-bahan ini mewakili tren keanggunan fungsional dalam desain rumah. Desainer memprioritaskan pilihan yang menawarkan keindahan tanpa mengorbankan kepraktisan, yang mencerminkan permintaan konsumen yang lebih luas akan ruangan yang tampak bagus dan cocok untuk kehidupan nyata.